Selasa, 14 Agustus 2012
Hari Pertama... Belajar Psikologi!
Aku belajar banyak hal tentang psikologi hari ini. Akan kutuliskan yang kuingat. Siapa tahu ada seseorang yang ingin tahu.
Pertama-tama, kami belajar mengenai kata 'teori' dan definisinya. Syarat-syarat suatu teori yang baik itu, harus merupakan beberapa pandangan yang dapat dirangkaikan dalam satu tema, dapat diuji, konsisten.
Diajarkan cara berpikir orang Jerman dan orang Amerika yang berbeda. Para ahli psikologi di Amerika terutama mengumpulkan berbagai data dan bukti, lalu dari data-data itu menyimpulkan suatu teori yang sah. Nah, kalau di Jerman, kebalikannya. Suatu teori dinyatakan, baru setelah itu dibuktikan dengan keberadaan data-data. Benar atau salah. Kalau menurut pendapatku, sepertinya sang dosen merujuk cara berpikir orang Jerman yang lebih baik. Tapi aku tidak begitu memperhatikan bagian itu tadi..
Lalu diajarkan bahwa suatu teori itu harus bisa mengembangkan penelitian. Jadi, seperti sebuah siklus. Teori dibuat, lalu dibuktikan, lalu ternyata teori itu kurang lengkap/kurang tepat, lalu hasil pembuktian itu akan merevisi teori yang sebelumnya sudah ada. Pusing? Ya sudah, tidak usah dipikirkan.
Aku ingat bahwa tadi dikatakan bahwa suatu penggagas teori, yang terkenal seperti Freud, Jung, Erikson, dll ternyata membawa kepribadian mereka sendiri di dalam teori mereka. Aku cukup terkesan dengan hal itu, dan bahkan setiap teori pun punya kepribadian bawaan dari pencipta mereka. Lalu sang dosen yang ialah seorang biarawati, juga mengungkit sedikit soal tes kepribadian. Bahwa dalam suatu tes, hal yang paling membuat rumit adalah manusia itu sendiri. Bahwa manusia itu sangat kompleks. Ia bisa bertindak introvert di suatu waktu, dan pada situasi lain ia bisa menjadi ekstrovert. Kira-kira seperti itu.
Yah, cukup sudah penjelasan ulangnya. Sebenarnya bukan hanya itu, masih banyak lagi. Tapi, toh tidak ada yang mau membaca seperti itu. Aku cuma sekalian ingin mengetes, apakah aku masih ingat. Orang bilang, kalau kita sudah bisa menjelaskan kembali dengan kata-kata kita sendiri, artinya kita sudah benar-benar paham. Dan... taraaaaa.. aku paham. :]
Yang pasti, aku menikmati pelajaran ini. Aku tidak mengantuk sama sekali, aku mengangguk-ngangguk kalau setuju dan merasa senang, aku merasa ingin membaca lagi dan lagi dan tahu semuanyaaa! Mungkin ini yang orang bilang passion. Yang buat kita semangat, buat kita nggak terpaksa, buat kita nggak terbebani. Tadi aku terpikir, aku sudah bukan siswa SMA lagi. Yang belajar malas-malasan, harus belajar semuanya, harus dapat nilai bagus. Di sini, kita sudah memilih sendiri apa yang kita mau, yang kita minati, jadi tentunya salah kalau kita malas-malasan. Di sini, kita mempelajari apa yang kita ingin pelajari. Singkatnya, bukan seperti seorang siswa SMA yang HARUS belajar, tapi seperti seorang PROFESOR yang ingin tahu dan ingin tahu dan ingin tahu semuanya...
Yah. Sudah cukuplah cuap cuap sok tahu ini. Saya cuma ingin berbagi. Kalau naif, maafkanlah. Manusia tidak sempurna. Para penulis blog juga tidak. So, enjoy your day, dan semoga Tuhan memberkati langkah kita, supaya sukses nantinya! Amin!
"Cari tahu apa kesukaanmu. Jadilah hebat di bidang itu. Pelajari semua yang ingin kau tahu, dan jadilah yang ada di atas. Pada akhirnya, kau yang tidak memikirkan uang akan berlimpah dengan uang yang datang dengan sendirinya." (amin)
Senin, 13 Agustus 2012
Tuhan, Ini Untuk Sahabatku
Tuhan, terimakasih untuk sahabat-sahabatku. Mereka yang sudah ada sejak lama. Selalu berusaha untuk tetap jadi satu, walaupun terlalu banyak perbedaan di dalamnya. Mereka yang selalu berusaha untuk menjagaku tetap ada di dalam mereka, walau aku tidak memberikan banyak untuk mereka, pada awalnya. Mereka Borobudur. Bukan geng, kata mereka, walau kadang-kadang kami bersikap seperti geng-geng pada umumnya. Mereka sepuluh orang sahabat SMA yang berusaha tetap jadi sahabat, walaupun sudah terpisah oleh jarak dan teman-teman baru. Dan sampai sekarang, kami masih sahabat. Tuhan, panjangkanlah umur persahabatan kami. :]
Tuhan, aku juga punya teman-teman baru. Terimakasih. Mereka juga baik, senang rasanya. Engkau beri kami kekompakan dan persahabatan baru yang menyenangkan. Mereka baik, peduli padaku. Semoga saja sampai nanti sikap mereka juga masih tetap bersahabat.
Tuhan, terimakasih untuk sahabat-sahabatku. Mereka hadiah yang indah, yang kau berikan untuk membantuku menghadapi hidup. Membantuku saat aku menangis. Dan membantuku mempelajari hal-hal baru. Jaga mereka, ya Tuhan. Beri mereka tidur yang nyenyak malam ini.
Selamat Malam, sahabat. :]