Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Kalau Aku Menelepon Mamaku, Aku Tidak Manja!

Kalau aku selalu mau pakai helm walau dekat, atau selalu melapor pada mama tentang kejadian-kejadian baik ataupun buruk, atau selalu minta izin dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak bohong pada mama, itu bukan karena aku anak manja. Bukan karena aku anak mami. Bukan karena aku pengecut dan takut melawan. Aku hanya sadar, tugas mama dan papa untuk mendidikku. Hidupku akan jadi lebih baik, selama ada yang mengontrol dan memantau perkembanganku. Dan itu hanya bisa terjadi kalau ada kejujuran. Aku mengerti cara kerja mama. Aku dan mama, kami adalah tim. Dalam tim, ada kepercayaan. Aku sudah mendapat kepercayaan itu. Dari mama, dan papa juga. Sejak kecil. Dan percayalah, seorang anak yang diberi kepercayaan rasanya akan berbeda dengan seorang anak yang melakukan tugas orangtuanya karena takut akan paksaan.
Jadi, kalau aku menelepon mamaku dan menceritakan hal-hal yang mungkin tidak akan kau ceritakan pada ibumu, jangan tertawai aku. Aku hanya mencoba menjadi anak yang baik, walaupun sering juga aku menyakiti orangtuaku. Aku minta maaf ma, pa, dan terimakasih sudah jadi orangtua yang sangat baik sekali, untuk aku dan Piter. :]

Selasa, 07 Agustus 2012

Pembangkang

Biar kuberitahu, ya. Dulu aku anak pembangkang. Bukan pembangkang yang sering dugem-dugem keluar dan ikut geng motor, LOL itu kejauhan. Apalagi buatku. HAHAHA. Pembangkangku itu... nggak mau ngalah. Sama siapa aja. Tapi paling sering, sama orang tua. Sama mama.

Oh ya, aku pernah bercerita tentang kos baruku, kan? Ternyata, aku memang terlalu cepat menyimpulkan. Biar kuceritakan lagi.

Aku menelepon mamaku. Dan sesekali bercerita tentang itu. Aku bilang, aku tidak bisa berteman dengan mereka. Mama bilang, kenapa? Kubilang, mereka sudah berteman dari dulu, jadi susah buatku kalau mau ikutan. Mama menyanggah dan bilang, tidak boleh begitu~ Kan teman satu kos. Sudah seperti keluarga lah, anggap saja begitu. Kataku, sudah kucoba ma, tapi cuma sebatas saling nyapa, terus udah. Lalu mama memberi wejangan lagi, aku lupa sih isinya, tapi yang pasti, aku tidak membantah seperti biasanya. Aku mengalah dan akhirnya bilang, oke deh ma. Sesuatu yang dulu tidak akan mungkin kulakukan.

Dan ternyata, semua jadi lebih baik.

Sabtu, 26 Mei 2012

Almost Farewell

No farewell is easy!


Di setiap percakapan mendebarkan tentang masa depan, tentang kuliah, tentang membeli tiket, tentang kos-kosan, selalu ada sesuatu yang berusaha mendobrak keluar : fakta bahwa kita akan berpisah. Fakta bahwa semuanya tak akan lagi sama.


Kadang ada ungkapan sayang yang tersembunyi, ada suara yang tercekat, atau (di saat-saat tertentu), muncul juga usaha menahan tangis... agar tidak terjadi acara tangis-menangis sebelum waktunya. ;)


Tapi itu tentang menjadi dewasa. Tentang anak yang disapih, tentang anak penyu yang dilepas ke lautan. Semuanya memang tidak akan sama lagi. Tapi sesuatu yang baru menunggu di luar sana.


Demi masa depan,
farewell must be done.


We gotta be strong, fellas!

Jumat, 18 Mei 2012

Dogs Have Feelings! They Have Lifes!

Saya cinta anjing. Bukan cinta yang itu, tapi saya pecinta anjing. Karena itu tidak enak kalau menyebut anjing sebagai 'anjing', karena unfortunately kata tersebut sudah terlanjur dipakai sebagai kata makian. Jadi saya akan memanggil mereka doggy saja ya. :D

My current pet is a dog, called Boy. Sebenarnya, dia bukan anjing kami, dia bukan milik kami :'[ tapi secara hati ke hati, dia milik kami :']
Well let me tell you, Boy is gorgeous! This is him...

I edited this with my android.

Lazy boy... Yeah haha.

Nah, kenapa dia bukan milik kami? biar kuceritakan ya...

Jadi sebelumnya, kami punya banyak sekali riwayat anjing peliharaan. Sejak kami di kalimantan juga udah punya anjing. nah waktu pindah ke batam, kecintaan itu tidak sirna... kami masih ingin memelihara anjing. Jadi mulailah kami memelihara anjing pertama kami : Pretty. She has pretty eyes and bulu yang putih bersih, that's why we call her Pretty. Lalu dia punya anak, namanya Leo. Leo punya anak (FYI, Leo itu cewek), namanya Tompel (FYI, Tompel juga cewek :D), nah Tompel juga punya anak, tapi ternyata terhenti sampai di situ saudara saudara. Lalu Boy?

Well, Boy was a stranger.
And a lover.


Saat itu musim kawin, lalu Boy kawin dengan Tompel, dan voila! Mereka memiliki anak dan menjadi keluarga bahagia...
Happy ending.


No, not yet. The best things are yet to come...

Mereka punya banyak sekali anak-anak yang lucu-lucu. Dan seperti kebanyakan doggy jantan lainnya, Boy tetap tinggal di rumah kami, dengan setia menjaga isteri dan anak-anaknya... (so sweet, isn't it?) Setiap kali ada jantan lain yang mencoba mengganggu, pasti deh halaman rumah ribut, penuh dengan gonggongan, geraman, bahkan sesekali gigitan dan perkelahian. Tapi itulah hidup. Hidup para doggy. Hidup itu keras, trust me.

Boy juga ramah sama kami, well dengan cepat kami pun menjadi akrab.Kami sayang boy, boy sayang kami. Dan kami tidak ingin Boy pergi, bahkan setelah tugasnya menjaga anak-anaknya selesai. Jadi dengan bodohnya kami bilang pada Boy (ya, dengan bahasa Indonesia) untuk tidak pergi. Stupid. Tapi kestupidan itu membuahkan hasil. Boy tidak pergi. Sampai sekarang. :'>

Well itulah semacam prolog tentang Boy dan kehidupannya bersama kami... Kisah-kisah selanjutnya akan saya ceritakan dalam series Boy. Enjoy!

Gallery >>


Me... Boy... We love each other. :p kidding. not that way.

Boy, setelah mandi. Handukan.

Tompel dan anak-anaknya (generasi yang kedua)

yes, they are cute (and soft), even babies love them. <3

Goldy. The cutest one.

Bewe.

Boy jaga pintu. Ada Pepsi. Anaknya yang paling tua. Kayaknya.

Ini Pepsi. :D

Yeah you know i fake this expression

I <3 Goldy too. So sad that we can't have him.

Cute!

Let me tell you somethin. Tompel sangat gila pada makanan.
Bahkan benda sekecil itu...



Yes, dogs have feelings. They could be a better lover than human. Trust me.